Jogja, Aku pulang

Hari2 yang penuh tekanan dan stres membuat aku merindukan jogja. Panas dan bising oleh lalu lalang kendaraan tak membuatku betah untuk tinggal lebih lama.

Jogja, aku pulang…

Dengan ikut rombongan bis, akhirnya aku pulang juga. Walaupun bis berjalan lambat dan banyak berhenti, akhirnya aku pulang juga. Perjalanan yang menempuh waktu hingga kurang lebih 19 jam terasa melelahkan. sampai2 muncul rasa bosan duduk di dalam bis. Tapi itu semua terbayar sudah setelah ku lihat kotaku tercinta.

Jogja…..aku pulang

Akhir Pencarian

Tiga hari ini menjadi hari paling sibuk dan melelahkan. Tiga hari ini menyusuri setiap celah di Pasar Beringharjo untuk menjalankan tugas mulia sebagai penyedia kostum pawai di jakarta.

Tugas mencari memang belum selesai, tapi setidaknya beban di otak ini terkurangi karena kostum celana putih yang harus aku cari akhirnya ketemu juga, apalagi harganya lumayan turun di bawah anggaran. Nyesel juga sih, aku sudah beli celana putih yang lebih mahal.

Fhuuuuhhhhhhh………masih mencari…….

Semoga kostum bisa komplit tepat waktu dan tak ada hambatan.

Hari-hari Menjelang

Beberapa orang duduk melingkar. Bersila dengan penuh konsentrasi. Bukan untuk bermeditasi ataupun sedang merapatkan sesuatu yang serius, tapi sedang menikmati makan malam di sela hari yang melelahkan di satu ruangan teduh di jl.gayam no. 16. Ada sepiring tempe mendoan yang dipesan dari Aa’ delivery service. Ada juga semangkuk mie rebus yang sekarang telah menjadi makanan pokok warga gayam 16. Beberapa muka kusut yang kelelahan tampak merebahkan diri berbantalkan jaket coklat sambil memegang ponsel, memohon-mohon pada sang penyiar Hot Request GERONIMO untuk diputarkan lagunya Tompi.

….

(prosesi makan)

….

(si poet lagi otak-atik facebook)

….

Di sudut lain di dua buah meja kotak yang digabungkan, dua manusia sedang sibuk memutilasi selembar mika biru yang mahalnya minta ampun(hati-hati mas, ngga ada dana tambahan lho…). Bergeser sedikit ke timur, beralaskan lantai putih, si arsitek berkulit putih juga (sabunnya Shinzui), sedang berkonsentrasi membentuk model kecil2 untuk membangun piramida kaca gunungan kaca.

Aku menoleh ke kiri, memeriksa waktu yang sudah menunjukkan jam 01.20 wib. Tapi tampaknya pekerjaan yang melelahkan dan suara berisik di ruangan ini belum ada tanda2 untuk usai. Sudah menyipit mata ini memandangi layar laptop yang bersinar bagai cahaya pagi hari. Sepertinya laporan pandangan mata dari kegiatan menjelang hari2 keberangkatan ke Jakarta harus berakhir di sini.

SEMANGAT…..SEMANGAT….

TERUSKAN PERJUANGANMU TEMAN2…..!!! JANGAN CEPAT MENYERAH YAAAA…….!!!!

YOGYAKARTA GAMELAN FESTIVAL 2008, Sebentar Lagi…

Tidak lama lagi akan digelar event Internasional tahunan di Jogja. Yogyakarta Gamelan Festival akan di gelar pada tanggal 10 sampai dengan 12 Juli 2008 di Concert Hall Taman Budaya yang terletak di jl.Sriwedani (belakang Taman Pintar atau sebelah timur Kompleks Benteng Vredeburg).

Yogyakarta Gamelan Festival merupakan event tahunan yang di adakan oleh Komunitas Gayam 16 dan diikuti oleh peserta lokal maupun internasional.

Beberapa dari peserta yang ikut memeriahkan Yogyakarta Gamelan Festival kali ini antara lain: To Wana (musik dari penghuni hutan), Gamelan Plesetan dari Amerika , Singapore, Italy, Sulawesi Tengah, siswa SD dari Yogyakarta dan masih banyak lagi. Soal kemeriahan, jangan diragukan karena dalam tiap event Yogyakarta Gamelan Festival selalu menyuguhkan pertunjukan yang unik, menarik dan berkualitas yang merupakan hasil interaksi antara Gamelan dan Musik.

Selain konser, ada acara pendukung lainnya yang tidak kalah serunya. Ada Pameran, workshop, Merchandise, Rembug Budaya, dan yang paling seru adalah DDR (Dance Dance Revolution). DDR merupakan bagian dari banyak permainan yang biasanya ada di mal-mal. Yang istimewa dari permainan yang satu ini adalah tidak hanya musik hip-hop dan R&B yang terdapat di permainan ini, tapi ada juga irama gamelannya. Permainan ini kabarnya belum di jual di Indonesia, jadi pertama kali dan satu-satunya tempat yang menyediakan permainan ini dalam irama gamelan adalah Yogyakara Gamelan Festival.

Yogyakarta Gamelan Festival adalah tempat berkumpulnya para pemain gamelan dan pecinta gamelan yang menjadikan gamelan sebagai sebuah semangat, bukan suatu objek, “Gamelan is spirit, not an object”

Datang dan saksikan sendiri kemeriahan Yogyakarta Gamelan Festival ke-13. Cara yang murah dan mudah untuk ikut melestarikan budaya negeri sendiri.

Gratis lhooo…..!!!

Bakmi Jawa, Njawani, Maregi, Nganeni

Semalam selepas melihat latihan keroncong di seputaran Jl. Magelang, pulangnya kami ditraktir makan oleh sang tuan rumah. Kebetulan nih…coz, laperr…hehe.

Malam itu kami dibawa di sebuah warung dekat rumah si tuan rumah. Wah..mie jawa nih…

Setelah ada aba2 untuk memesan, bersegeralah aku memesan mie jawa kesukaanku. “Mie godog pak, pedes nggih!”, kataku.

Tak perlu menunggu berapa lama si pesanan pun datang. Tumben cepet, biasanya kalau mie jawa itu nunggunya lama. Mungkin asal kata mie jawa itu sendiri karena pelayanannya agak lama jadi si pelanggan harus bersabar, menurut budaya, orang Jawa itu memang sabar, kalau bertindak pelan2. Tapi biasanya penuh penghormatan pada orang lain lho.

Makanya, pelayanan mie jawa itu biasanya memang agak lama karena harus dimasak satu2 demi hasil yang maksimal untuk si pelanggan sebagai simbol penghormatan, dan kegiatan menunggunya si pelanggan itu simbol kesabaran……

walaupun lama,tapi enak kok. Udah njawani, maregi(mengenyangkan) dan pastinya ngangeni(membuat kangen…,bukan kangen band lho…hehe)

Kudengar Lagi Alunan Merdu

Seolah terlibas dengan hip-hop, tecno dan R&B, beberapa tahun belakangan ini jarang aku mendengar alunan musik keroncong di kota ini, atau mungkin di negeri ini. Mungkin orang sekarang menganggap ini jenis musik yang sudah ketinggalan jaman, yang hanya pantas dinikmati oleh para generasi tua.

Seperti di lempar ke masa lalu, tadi malam aku menemukan kembali suasana itu. Aku seperti di suguhi kembali dengan kenangan masa lalu dengan alunan suara cello, chak, chuk, bass, biola, flute serta suara penyanyinya yang mendayu-dayu.

Jadi ingat lagu Bengawan Solo….

Ketika Si Orang Terkenal Makan Mie Di Warung Pinggir Jalan

Beberapa hari lalu usai suatu acara, aku dan seorang temanku menyempatkan diri untuk mampir di sebuah warung mie ayam di salah satu titik di Jogja. Maklum, perut ini sudah lama tak terisi oleh makanan yang satu itu. Kebetulan ini warung mie ayam favoritku juga, karena cita rasanya sesuai dengan seleraku. Pokokke

mak nyusss!!

Setelah motor terparkir, kamipun segera mencari tempat duduk. Untunglah waktu itu tak
begitu ramai pengunjungnya, sehingga aku bisa dapat tempat duduk di meja utama dimana

aku bisa melihat langsung si penjual ber atraksi.

Setelah duduk beberapa saat, dari arah luar muncul tiga laki2. Yang paling depan sepertinya familier,

wajahnya kerap muncul di layar televisi. Sebut saja si x, salah satu personil band ternama.

Merekapun duduk di deretan yang sama dengan tempatku, kebetulan si x duduk persis di sebelahku.

Trus apanya yang menarik? orang terkenal makan di pinggir jalan kan ngga aneh!

Memang ngga aneh, tapi yang membuat aku tertarik untuk mengamatinya adalah ketika

si makanan datang, biasanya kalau kita orang biasa yang makan, kan kalau tidak ambil sambel,

pasti langsung ambil saus, setelah itu campur dan segera dilahap.

Tapi kalau si x itu, ketika makanan datang dia langsung menarik tisue agak panjang,

kemudian ambil sumpit, dan setelah itu sibuk membersihkan ujung sumpit berulang2.

Baru setelah itu si x dengan tenangnya

melahap mie yang telah di sajikan.

Ini memang bukan cerita yang heboh atau aneh. Cuman kita bisa mengambil sisi positifnya,

bahwa kita perlu menjaga kebersihan di manapun atau seperti apapun tempatnya.

Toh perilaku yang seperti ini memberikan kebaikan bagi diri kita sendiri.

Bersikap protektif itu perlu asalkan tak berlebihan.

Hutan Terindah no.2 Yang Hampir Punah

Indonesia memiliki hutan paling indah kedua setelah hutan Amazon. Namun sayangnya predikat ini tak membanggakan karena pada saat peringatan hari Bumi Sedunia, Indonesia dinobatkan sebagai perusak hutan no.1(horee….Ranking 1 lhoooo….). Kalau hal ini tak segera diataso diperkirakan pada tahun 2012, huta Indonesia akan punah.

(sumber: Berita di tv)

Sambal Mentah

Entah kenapa kalau denger yang namanya sambal mentah tiba2 selera makanku selalu bangkit. Rasanya lain saja. Lebih seger kalau kata temenku. Memang bener seger juga, karena sambelnya tak berbau minyak sama sekali. kalau tak salah bahannya simple saja, aku pernah lihat cara pembuatannya, antara lain terasi udang(mungkin ini terasi pilihan), tomat tanpa isi, cabe rawit merah, trus garam dan jeruk sambal. Sebenernya untuk nemuin warung makan yang nyediain sambal mentah pastilah sangat mudah, karena rata2 warung makan ayam goreng menyediakan sambal mentah yang menjadi kegemaran banyak kawula muda jogja. Tapi yang sudah bisa dipastikan enak (menurut aku) adalah di halaman Pasar Lempuyangan, buka dari jam 5 sore sampai sekitar jam 10an malam sudah habis. Trus yang kedua di halaman pasar Sentul,jam bukanya sama dengan yang pertama. Selamat mencicipi citarasa makanan pedas di kota Jogja!! 

AYC Gala Performance

Hari minggu kemarin (24/2/0 8) di Gedung Societeit yang berada di jl. Sriwedani di gelar Closing Ceremoni ASEAN Youth Camp 2008. Acara itu juga dihadiri langsung oleh Bpk Jero Wacik.

Acara yang dimulai sekitar jam 8 malam itu menampilkan performance dari 11 negara peserta. Selain itu mereka juga berkolaborasi di awal pertunjukkan. Kebanyakan dari tiap2 negara menampilkan performance tari, walaupun tidak sedikit pula yang memainkan alat musik khas negara masing2.

Yang menarik menurutku adalah penampilan dari negara Myanmar yang membawakan tari boneka, kemudian Tarian Singapore dengan keluwesan sang penarinya menjadikan tariannya menjadi lebih bernyawa. Korea dengan tarian yang menurutku sangat lucu dan menghibur. Sebenarnya semua penampilan amat menarik karena keragaman budaya yang sangat kaya dari masing2 negara. Sayang sekali saya tak punya fotonya…